|
Pada pagi yang ditinggalkannya? Atau pada senja yang didatanginya? Mungkin di malam hari, ketika ia tidur padanya. Tanyakan saja kepadanya. Sudah. Katanya, ia bersarang pada siang, dengan terang yang memanggang, ingin yang melukai, rindu yang menderitakan. Namun, pada siang, ia hidup dan merdeka. Aku bersarang padamu, karena kau bukan kebahagiaan pagi, karena kau bukan ketenangan malam. Kau adalah siang yang membakar melukai menderitakan. Namun, padamu, aku hidup dan merdeka. |
| Leave a Comment: |