Yang kubutuhkan hanya
savanah
dengan cakrawala pucuk rumput.
Juga
kaki-kaki kokoh
yang merobohkan
semua batang ilalang.
Pula mungkin
sepasang peparu tebal,
yang mengarangkan
semua asam.
Tapi jelas
aku tak menyentuh
pedang dan tombak
juga zirah dan topi besi.
Aku menari di bawah purnama
sendiri dan merdeka.
Jakarta, 14 Juni 2005