Tuesday, April 10, 2007
pohon rebah
awan terpaku
hawa terdiam
kau bahkan bisa mendengar capung menggetarkan sayapnya
terkatup mataku
jangan sentuh pundakku
aku sedang menikmati ketenangan ini
sebelum bangkit kembali
mencari badai
di seberang sungai
Posted at 02:04 pm by qaris
Permalink
Saturday, April 07, 2007
Kirim aku puisi,
katamu,
satu setiap pagi
ke kotak surat elektronikku.
Puisi,
kataku,
tak dijual di pasar pagi
seperti sayur mayur
Tulislah,
katamu,
setiap malam
menjelang tidurmu
Gawat,
kataku,
sudah kering itu dawat,
menulis puisi, mana kumampu?
Santai,
katamu,
kukirim ia atau kau beli sendiri
(Pengeluh!)
Dawat mampu kubeli
Yang kubutuh hanya senyummu
(Bodoh sekali,
kau tak sadar, betapa aku sudah terlalu asing bagimu)
Posted at 11:18 pm by qaris
Permalink
Friday, March 30, 2007
Sebatang sungai
sepenggal cerita
yang belum selesai
Sebatang tubuh
sepenggal kepedihan
yang belum tuntas
Secarik jiwa
Merana....
Posted at 12:04 pm by qaris
Permalink
Wednesday, February 28, 2007
dan kau pun harus memilih
nol atau satu
tidak atau ya
binari tak menyediakan angka ketiga
karena kita akhirnya seperti tuhan
yang tak menyediakan tempat
antara surga dan neraka
Posted at 01:45 pm by qaris
Permalink
Monday, February 26, 2007
dan...
kita pun kembali
menjalani pagi yang biasa
secangkir kopi
rokok kretek
dan keparauan nat king cole
Posted at 09:39 am by qaris
Permalink