Saturday, April 07, 2007
Kirim aku puisi,
katamu,
satu setiap pagi
ke kotak surat elektronikku.
Puisi,
kataku,
tak dijual di pasar pagi
seperti sayur mayur
Tulislah,
katamu,
setiap malam
menjelang tidurmu
Gawat,
kataku,
sudah kering itu dawat,
menulis puisi, mana kumampu?
Santai,
katamu,
kukirim ia atau kau beli sendiri
(Pengeluh!)
Dawat mampu kubeli
Yang kubutuh hanya senyummu
(Bodoh sekali,
kau tak sadar, betapa aku sudah terlalu asing bagimu)
Posted at 11:18 pm by qaris
Permalink
Friday, March 30, 2007
Sebatang sungai
sepenggal cerita
yang belum selesai
Sebatang tubuh
sepenggal kepedihan
yang belum tuntas
Secarik jiwa
Merana....
Posted at 12:04 pm by qaris
Permalink
Wednesday, February 28, 2007
dan kau pun harus memilih
nol atau satu
tidak atau ya
binari tak menyediakan angka ketiga
karena kita akhirnya seperti tuhan
yang tak menyediakan tempat
antara surga dan neraka
Posted at 01:45 pm by qaris
Permalink
Monday, February 26, 2007
dan...
kita pun kembali
menjalani pagi yang biasa
secangkir kopi
rokok kretek
dan keparauan nat king cole
Posted at 09:39 am by qaris
Permalink
Sunday, February 25, 2007
Aku bungkuskan langit malam berawan untukmu
Tak ada bintang
Cuma bunga api dari puntung yang kau banting
dan setumpuk setangan kertas basah
Aku bungkuskan langit malam berawan untukmu
Sebagai bekal rindu
Posted at 10:34 am by qaris
Permalink