"Mirrors should think longer before they reflect,"
Jean Cocteau

Cermin tak pernah berbohong? Cermin selalu berjusta. Ia berjusta kepada kita dan bayangan kita. Ia berbohong tentang kiri dan kanan. Ia ngibul tentang timur dan barat.
Jangan pernah bertanya pada nurani, karena ia seperti cermin. Biarkan ia pecah dan berantakan, lalu lihat dirimu yang terkutuk.

"The mirror crack'd
from side to side;
"The curse is come upon me,"
Alfred Tennyson

   

<< April 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, April 07, 2007
Kirim aku puisi

Kirim aku puisi,
    katamu,
satu setiap pagi
    ke kotak surat elektronikku.

Puisi,
    kataku,
tak dijual di pasar pagi
    seperti sayur mayur

Tulislah,
    katamu,
setiap malam
    menjelang tidurmu

Gawat,
    kataku,
sudah kering itu dawat,
    menulis puisi, mana kumampu?

Santai,
    katamu,
kukirim ia atau kau beli sendiri
    (Pengeluh!)

Dawat mampu kubeli
    Yang kubutuh hanya senyummu
(Bodoh sekali,
    kau tak sadar, betapa aku sudah terlalu asing bagimu)

Posted at 11:18 pm by qaris
Kasih Komentar  

Friday, March 30, 2007
Indus

Sebatang sungai
sepenggal cerita
yang belum selesai

Sebatang tubuh
sepenggal kepedihan
yang belum tuntas

Secarik jiwa
Merana....

Posted at 12:04 pm by qaris
Komentars (3)  

Wednesday, February 28, 2007
binari cinta

dan kau pun harus memilih
nol atau satu
tidak atau ya
binari tak menyediakan angka ketiga
karena kita akhirnya seperti tuhan
yang tak menyediakan tempat
antara surga dan neraka

Posted at 01:45 pm by qaris
Kasih Komentar  

Monday, February 26, 2007
setelah itu

dan...
kita pun kembali
menjalani pagi yang biasa
secangkir kopi
rokok kretek
dan keparauan nat king cole

Posted at 09:39 am by qaris
Kasih Komentar  

Sunday, February 25, 2007
bekal rindu

Aku bungkuskan langit malam berawan untukmu
Tak ada bintang
Cuma bunga api dari puntung yang kau banting
dan setumpuk setangan kertas basah

Aku bungkuskan langit malam berawan untukmu
Sebagai bekal rindu

Posted at 10:34 am by qaris
Kasih Komentar  

Next Page