"Mirrors should think longer before they reflect,"
Jean Cocteau

Cermin tak pernah berbohong? Cermin selalu berjusta. Ia berjusta kepada kita dan bayangan kita. Ia berbohong tentang kiri dan kanan. Ia ngibul tentang timur dan barat.
Jangan pernah bertanya pada nurani, karena ia seperti cermin. Biarkan ia pecah dan berantakan, lalu lihat dirimu yang terkutuk.

"The mirror crack'd
from side to side;
"The curse is come upon me,"
Alfred Tennyson

   

<< May 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, May 27, 2009
Seribu Kupu-kupu


Setiap kali aku
merindu,
muncul ulat di kebun,
berjingkat dengan perut
melintasi daun jambu.

Sebentar juga dia
akan menelannya,
karena pada hijau daun,
mata waktu menitipkan kenangan.

Lama ia
istirah dalam duka,
berkemul dalam
air matanya sendiri.

Setelah duka didiamkan
ia mampu merobek jaring air mata,
menjadi kupu-kupu
dan terbang ke arahmu.

Satu rindu,
satu kupu-kupu,
mengindahkan hidupmu.

Semalam aku merindu,
begitu rindu.
Tetes air mata beribu,
keluar dari mataku,
berjingkat dengan perut,
menuju daun jambu.

Subuh…
tumpas sudah daun jambu
ribuan ulat menggelantung
di tulang-tulang daun yang kurus.

Seribu, rindu,
seribu kupu-kupu,
menderu ke arahmu.

Mereka terbang ke kamarmu,
menelusup
lewat jendela yang kau buka untuk embun,
lewat pintu yang kau buka separuh.

Menempel
pada kaca jendela yang kabur,
pada rekahan dinding,
cat yang terkelupas,
di atas seprei putih
yang kau ganti
setiap pagi.

Seribu rindu,
seribu kupu-kupu
menyesaki duniamu.

Kini kau tahu,
kenapa rindu
menyiksaku selalu.

Posted at 09:57 pm by qaris

Cut Ika
June 1, 2009   02:46 PM PDT
 
puisi ini indah banget..sampe nangis bacanya...hehehe...4 jempol deh..kok bisa sih nulis dan merangkai kata2 indah...belajar nya gimana tuh??? ;)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home