"Mirrors should think longer before they reflect,"
Jean Cocteau

Cermin tak pernah berbohong? Cermin selalu berjusta. Ia berjusta kepada kita dan bayangan kita. Ia berbohong tentang kiri dan kanan. Ia ngibul tentang timur dan barat.
Jangan pernah bertanya pada nurani, karena ia seperti cermin. Biarkan ia pecah dan berantakan, lalu lihat dirimu yang terkutuk.

"The mirror crack'd
from side to side;
"The curse is come upon me,"
Alfred Tennyson

   

<< June 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, June 01, 2005
Adonis

Ada banyak Timur di Timur

Dan banyak Barat di Barat

Adonis adalah penyair Arab paling kontroversial. Dilahirkan di Qassabin, Suriah, Adonis belajar filsafat di Damascus University (Suriah) dan St Joseph University di Beirut (Lebanon). Setelah dipenjara selama enam bulan pada 1955 karena aktivitasnya pada Syrian National Socialist Party, ia menetap di Lebanon pada 1956.

Baik sebagai penyair atau teoris puisi, dan juga sebagai pemikir dengan visi radikal untuk budaya Arab, Adonis telah memberi pengaruh pada masanya dan juga pada para penyair Arab muda. Namanya menjadi padanan untuk modernisme (hadatha). Ia memberontak semua aturan dan juga keyakinan yang ada di sana. Puisi-puisinya terasa begitu mengejutkan dan menantang kebudayaan.

***

Dialog

Siapa kau? Siapa yang kau pilih, oh, Mihyar?
Ke manapun kau pergi, selalu ada ngarai Tuhan atau Setan
sebuah ngarai datang, sebuah ngarai pergi.
Dan dunia adalah pilihan.
Aku memilih tak Tuhan atau pun Setan.
Keduanya punya dinding.
Keduanya menutup mataku.
Kenapa mengganti satu dinding dengan yang lainnya,
saat kebingunganku adalah kebingungan
seluruh pengetahuan?

***

Bahasa Dosa

Aku membakar warisanku, Aku berkata:
"Negeriku adalah perawan, dan tak ada pemakaman di masa mudaku."
Aku lebih penting dari Tuhan dan Setan
(jalanku melintasi jalan Tuhan dan Setan).
Aku menyeberangi bukuku,
dalam prosesi petir berkilat,
prosesi petir hijau,
berteriak:
"Setelahku tak ada Surga, tak ada Musim Gugur,"
dan punahlah bahasa dosa.

***

Yatim

Seorang pecinta berguling di kegelapan Neraka
sebagai batu, Aku.
Tapi aku berpendar.
Aku berkencan dengan para pendeta wanita
di ranjang dewa kuno.
Kata-kataku adalah prahara yang menderak-derak kehidupan,
dan percik api adalah laguku.
Aku adalah bahasa untuk dewa agar datang,
Aku adalah penyihir debu.

***

Kepada Sisyphus

Aku berjanji untuk menulis di atas air,
Aku berjanji untuk betah dengan Sisyphus
batu tanpa kata.
Aku berjanji untuk diam bersama Sisyphus
terdera demam dan bunga api,
dan mencari dengan mata buta
lembar terakhir
yang ditulis untuk musim gugur dan rumput
puisi tentang debu.
Aku berjanji untuk hidup bersama Sisyphus.

***

Wajah Perempuan

Aku tinggal di wajah seorang perempuan
yang tinggal dalam gelombang
terdampar oleh pasang
di pantai yang telah hilang pelabuhannya
dalam cangkangnya.
Aku hidup dalam wajah seorang perempuan
yang membunuhku,
yang ingin menjadi
suar padam
yang dalam darahku berlayar
menuju ujung terujung dari kegilaan.

***

Doa

Wahai Phoenix, Aku berdoa
bahwa kau tetap dalam abu,
bahwa kau tak memandang cahaya atau (matahari) terbit.
Kami tak juga mengalami malammu
tak berlayar menyeberangi kegelapan.
Wahai Phoenix, Aku berdoa
bahwa sihir mati,
rendezvous kita jadi
api dan debu.
Wahai Phoenix, Aku berdoa
bahwa kegilaan menjadi petunjuk kami.

***

Petunjuk untuk Perjalanan di Rimba Makna

Apa cermin itu?
Wajah kedua,
dan mata ketiga.

Apa pelangi itu?
Tubuh gemawan
dan tubuh matahari
saling berpelukan
mencumbu tubuh bumi.

Apa pantai itu?
Bantal untuk ombak yang penat.

Apa puisi itu?
Kanak-kanak
yang hidup dalam pelukan abadi.

Apa tenggelam itu?
Keringat yang mengucur dari
jasad mentari.

Apa mimpi itu?
Orang lapar yang tak cukup
mengetuk pintu kenyataan.

Apa bahagia itu?
Pertengahan jalan
di antara dua taman.

Apa ciuman itu?
Petikan seorang pria
untuk buah yang bukan miliknya.

Apa cakrawala itu?
Ruang yang bergerak
tanpa batas

Apa makna itu?
Awal ketanpa-maknaan
dan akhirnya.

Puisi-puisi diterjemahkan oleh Cermin Retak


Posted at 11:11 pm by qaris

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry