Wednesday, January 25, 2012
Jam tiga pagi kata BB King,
dan dia memetik gitar karena tak mengantuk.
Jam tiga pagi kataku,
dan bayanganmu rebah di samping.
Jam tiga pagi, dan aku berharap
kau membuka jendela
untuk embun yang akan turun. Mungkin ada uap mimpiku
yang tersangkut di kelopak mawar biru.
Membuatmu tersenyum.
Jam tiga pagi, dan halte masih tidur,
belum lagi datang bus pertama yang berangkat subuh
dengan supir mengantuk.
Lampu sudah hijau,
tak ada yang maju.
Kau tahu, apa yang kuingin
di jam tiga pagi?
Kita duduk di kafe dengan mata merah.
Mengantuk, tapi bibirmu yang selalu terbuka
itu tersenyum saat aku membual.
Aku tahu,
kau tak suka aku merayu.
Tapi bahwa kau selalu tergetar oleh puisi, itu kutahu.
Dan kusentuh wajahmu untuk yang pertama kali.
Pada akhirnya, Tuhan tak menakdirkan kita untuk tidak mencintai.
Posted at 07:55 pm by qaris
Permalink
Ada kayu dibakar,
langit berbintang,
gunung yang diam,
angin yang malas.
Dan kau yang begitu jauh.
Mungkin aku harus lebih sering
mengasing di lereng tebing,
karena kota hanya mengekalkan jarak,
karena kau hanya bisa dicintai dalam tiada.
Api di depan tenda semakin redup,
bintang semakin jauh,
gunung makin membisu.
Lalu angin datang pelan tidak membawa apa pun.
Aku hampir menyebut namamu,
tapi kau
dan aku
tak butuh itu.
Kita hanya perlu
diam seperti bintang pada gunung.
Akhirnya nanti, pada
suatu saat kelak,
tak akan ada yang berdusta.
Saat itu datang,
cinta kita mungkin padam,
seperti api di depan tenda ketika embun turun.
Posted at 07:52 pm by qaris
Permalink
Saturday, July 16, 2011
Kau tahu, aku tahu
Kita akan sampai juga di sini
Yang kita tak tahu adalah pada jam berapa
Mungkin terlalu cepat
Ketika matahari belum terik
Waktu pori-pori belum menitik basah
Tapi kau mungkin tak tahu
Aku akan mengenangmu
Pasti mengenangmu
Posted at 03:21 am by qaris
Permalink
Thursday, June 16, 2011
Aku tak ingin seribu kupu
Aku mau hanya satu
Itu yang ada di tanganmu
Yang terbang di butanya malam
Menuju rembulan
Aku tak ingin rembulan yang gerhana
Aku mau yang purnama
Itu yang kau tangkap dengan kamera
Yang terbang di atap rumah
Warnanya putih, bukan merah
Posted at 10:53 pm by qaris
Permalink
Thursday, July 15, 2010
Malam ini aku mengenang diriku.
Lewat Sting dan Queen,
juga Kashmir dari Led Zeppeline.
Mengenang api yang pernah menyala
begitu nyalang.
Membakar hutan
menjadi arang.
Posted at 08:56 pm by qaris
Permalink